Wagub NTB : Hidup Aman Dan Produktif Dengan Patuh Protokol Covid-19

by ADMIN DISPORA NTB in BERITA

img17

Mataram – Wagub NTB “Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah” mengingatkan seluruh masyarakat tidak terkecuali bagi pelaku usaha pada industri pariwisata di NTB ini untuk tidak tertekan dan terus menerus meratapi kondisi  yang saat ini masih terjadi karena pandemi Covid-19. Wagub mengajak masyarakat untuk bisa mengambil hikmah dari sebuah ujian yang diberikan untuk ke depannya menjadikan masyarakat bangkit lebih cepat berlari dan keluar dari keterpurukan dan tidak mengalami hal yang buruk pada masa-masa yang akan datang.

“Jika kita ke depannnya menghadapi hal serupa seperti ini meski kita tak menginginkan akan terjadi, setidaknya kita lebih siap secara bersama-sama untuk mencarikan solusi dan cara penanganannya sesuai dengan tupoksi kita masing-masing,” kata Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB pada kegiatan 'Coffee Morning' dan penyerahan paket Bantuan Lauk Pauk Siap Saji (BALASA) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI serta penyerahan simbolis sertifikat CHSE di halaman depan Kantor Dinas Pariwisata Provinsi NTB, pada Jumat (11/09/2020).

Dalam sambutannya, Ummi Rohmi menyampaikan bahwa di tengah kecamuk dampak pandemi terhadap pariwisata, dengan kerja keras dari segala pihak, maka kami optimis pariwisata NTB mampu bangkit dan berlari lebih kencang lagi. “Kita tahu betul tempat kita ini surga dunia, tinggal bagaimana kita sungguh-sungguh bisa bekerja keras bersama-sama,” tuturnya.

Pada masa pandemi seperti saat ini, hidup aman dan produktif adalah dua hal yang tidak dapat terpisahkan sehingga, bila ingin hidup produktif kita harus mengedepankan aman. Mewujudkan aman dan produktif amatlah mudah yakni, patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19.

“Solusi untuk bisa hidup aman dan produktif hanya satu, hanya patuh protokol Covid-19 pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. Kalau kita berinteraksi dengan orang, harus kita gunakan ketiga hal ini,” jelasnya.

Sehat saat ini menjadi hal yang sangat penting, semakin disiplin Masyarakat NTB menjalankan protokol kesehatan Covid-19, maka NTB akan lekas pulih. “Kita tahu area kita menjadi kuning kemudian hijau, kita bisa beraktivitas dengan leluasa, orang-orang juga dari luar akan sangat percaya dengan kita.”

Lebih jauh, untuk hidup aman dan produktif, Pemerintah Provinsi mengeluarkan sertifikat CHSE yang wajib dimiliki oleh pegiat pariwisata maupun usaha di NTB di tengah pandemi. Dengan CHSE wisatawan atau pembeli memiliki jaminan aman berwisata. Hal ini disambut baik antusias oleh pegiat pariwisata dan usaha.

Sementara itu, Pemrov NTB menjadi Pemprov pertama di Indonesia yang mengeluarkan Perda Penanggulangan Penyakit Menular. Ini satu-satunya solusi untuk kita bertahan dalam kondisi belum ditemukannya vaksin, ini satu-satunya solusi maka dari itu, dengan Perda ini jangan dilihat dendanya, yang kita inginkan masyarakat pakai masker, bila perlu tidak usah tarik-tarikan denda, tetapi kalau tidak pakai masker ya harus didenda, tegasnya.

Sementara terkait bantuan-bantuan yang disalurkan, ummi Rohmi menekankan bahwa harus tepat sasaran, sehingga dengan bantuan yang tepat sasaran dapat menyelesaikan banyak masalah.

“Untuk bantuan-bantuan saya hanya pesan satu, harus tepat sasaran, itu saja. Karena kalau bantuan tepat sasaran begitu banyak masalah yang diselesaikan kalau tidak tepat sasaran tidak ada artinya bantuan bantuan tersebut,” pintanya.

Terakhir, Wagub menyampaikan terimakasih kepada seluruh stakeholder Dinas Pariwisata NTB yang telah bekerja keras untuk pariwisata NTB. “Semoga pariwisata kita semakin maju dan maju lagi,” tutupnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H. L. Moh. Faozal mengatakan BALASA ini merupakan kali kedua dari Kemenpar dan akan dialokasikan untuk memenuhi pekerja pariwisata di Pulau Lombok. Adapun jumlah BALASA yang diterima NTB sebanyak 6 ribu paket, yang terdiri dari 10 kg beras, 2 kg gula, minyak goreng dan ikan asin.

Kadis Pariwisata NTB menjelaskan, bahwa pelaksanaan CHSE di industri pariwisata NTB, hingga saat ini masih terpantau baik dan akan diserahkan sertifikat CHSE kepada usaha jasa pariwisata di Kawasan Mandalika.

“Jadi ada 5 perwakilan yang hari ini akan menerima, ada Novotel, ada JM hotel, ada Damage Hotel kemudian ada Jivana hotel dan juga satu lagi dari Grand Royal,” ujarnya.

“Secara umum pemberian paket bantuan ini berlangsung aman dan sudah terdistribusikan kepada para penerima. Karena adanya dukungan baik dari dari para pelaku usaha wisata maupun asosiasi pariwisata lainnya,” kata Faozal.

Faozal menambahkan,  secara umum di sejumlah destinasi wisata yang ada di Pulau Lombok khususnya sudah mulai terlihat pergerakannya karena tak ingin mereka terlalu lama meratpi dengan kondisi seperti ini, namun begerak dengan berbagai inovasi dan kreasi demi kesinambungan pariwisata NTB ke depannya.

5 years ago  Hikmah Dari Covid-19