Wagub NTB Apresiasi Program Kampung Sehat, Ini Mampu Menekan Penyebaran Covid-19

by ADMIN DISPORA NTB in BERITA

img17

Mataram – Program Kampung Sehat yang merupakan inisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan. Wakil Gubernur NTB “Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah” juga memberikan apresiasi kepada Polda NTB atas program ini. tutur Umi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB di Ruang Kerjanya pada Rabu, (16/09/2020).

Wagub mengatakan bahwa cara menghadapi pandemi yaitu dengan mengubah pola pikir dan kebiasaan masyarakat, untuk itu strategi dalam mengubah kebiasaan masyarakat yang sebelumnya acuh menjaga kesehatan sehingga lebih peduli menjadi kuncinya. Gebrakan Kampung Sehat kemudian disebut sebagai salah satu cara efektif dalam membuat masyarakat berlomba-lomba untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Dengan Kampung Sehat ini, ada energi baru dan cara lain yang memotivasi semua orang berkompetisi untuk sesuatu yang baru dan dengan tujuan yang baik,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Ummi Rohmi, pemerintah harus menemukan strategi terbaik untuk menghadapi kasus hingga dampak yang ditimbulkan oleh Covid-19 (Virus Corona). Kedisiplinan kemudian menjadi kata kunci yang disebutkan oleh Wagub.

“Kita di NTB dari awal tidak pernah ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), jadi kita di NTB itu lebih mengedepankan kedisiplinan dalam menerapkan/menjalankan protokol kesehatan, yakni selalu menggunakan masker, sesering mungkin cuci tangan menggunakan sabun, jaga jarak dan protokol kesehatan lainnya,” terangnya.

Saat ini masyarakat NTB mempunyai dua pilihan dalam menghadapi Covid-19. Dua pilihan tersebut yakni pola hidup aman dan produktif, yang dikatakannya harus berjalan saling beriringan.

Itulah mengapa kita dorong 100% maskerisasi ini karena inilah satu-satunya cara menurut kita yang membuat kita bisa hidup aman dan produktif, tambahnya.

Lebih lanjut Umi Rohmi turut menyinggung sektor pendidikan yang begitu terasa pengaruhnya selama masa pandemic Covid-19. Termasuk dalam hal ini yaitu sistem belajar daring yang masih memiliki banyak kelemahan dan kekurangan.

Belajar dapat dilakukan melalui media apapun dan itu sah-sah saja, selama sesuai dengan kemampuan sekolah dan tetap pada fokus untuk kegiatan belajar mengajar.  Ia juga menekankan bagi sekolah ataupun pondok pesantren yang akan mengaktifkan kegiatan belajarnya juga diwajibkan mengedepankan protokol kesehatan. Jangan sampai kegiatan belajar mengajar justru menjadi celah wabah Covid-19 semakin menyebar lebih luas lagi, tutupnya. 

5 years ago  Wagub NTB Apresiasi Program Kampung Sehat