Sangsi Bagi Yang Tidak Pakai Masker Mulai Diberlakukan

by Administrator in BERITA

img17

Mataram - Penegakan sanksi denda atau sanksi sosial bagi masyarakat yang tidak memakai masker sebagaimana yang tertuang dalam Perda Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular mulai ditegakkan pada Senin 14 September 2020. Pemerintah Provinsi NTB juga menargetkan 100 persen maskerisasi untuk masyarakat NTB yang aman dan produktif. Sehingga kesadaran semua pihak untuk lebih disiplin dan menuruti semua protokol kesehatan benar-benar dapat ditegakkan.

Rapat evaluasi terkait penerapan Covid-19 di Provinsi NTB berlangsung di ruang rapat Outdoor Kantor Gubernur NTB, pada Senin (14/09/2020).

Gubernur NTB “Dr. H Zulkieflimansyah” mengingatkan, meskipun pemerintah sedang berjibaku dengan penanganan dan penyebaran Covid-19, namun kebijakam stimulus ekonomi juga harus tetap berjalan, karena cashback pertumbuhan ekonomi mulai berjalan pada September ini.

“Kita tidak boleh lengah. Jadi betul-betul saya minta tidak main-main. Karena kita tidak bisa berharap dari yang lain, selain dari akselerasi anggaran daerah kita sendiri,” harap Gubernur.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur NTB “Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah” mengatakan, Insya Allah tagline kita adalah maskerisasi 100 persen untuk NTB aman dan produktif. Artinya, kita tidak hanya mau aman tapi harus produktif dengan 100 persen maskerisasi, tegasnya.

Dengan diterapkannya Perda Nomor 7 Tahun 2020 ini, apresiasi datang silih berganti dari banyak pihak. Terutama apresiasi pemerintah pusat terhadap Perda tersebut, sekaligus menjadikan Pemerintah Provinsi NTB sebagai daerah di Indonesia yang pertama mengeluarkan regulasi dalam mempercepat penanganan dan pencegahan Pandemi Covid-19.

Umi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB juga mengatakan, tantangan dalam penerapan perdannya sangat membutuhkan partisipasi semua pihak. Terutama kesadaran masyarakat masih terus didorong, ini menjadi tantangan ke depan yang dimulai hari ini.

Pada kesempatan itu, Asisten I Setda Provinsi NTB, Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si melaporkan bahwa pada hari pertama penegakan sanksi denda bagi masyarakat yang tidak memakai masker, tim di lapangan telah melakukan tindakan terhadap 120 orang pelanggar. Sebanyak 68 orang pelanggar dari Kota Mataram dan Lombok Barat. Dengan rincian sebagai berikut, 58 orang dari masyarakat umum, 8 orang dari kalangan pelajar dan 2 orang dari ASN. Diantaranya 39 orang yang didenda berupa uang, sementara terdapat 29 orang sisanya dikenai sanksi sosial.

Sementara penegakan Perda di Kabupaten Lombok Utara, terdapat 24 masyarakat yang tidak memakai masker saat dilakukan penertiban. Tujuh diantaranya dikenai denda uang, sementara 17 orang lainnya dikenai sanksi sosial. Kemudian penegakan Perda di Kabupaten Lombok Timur, lanjutnya, terdapat 28 orang yang terjaring melanggar. Sebanyak 14 orang dikenai denda uang dan 14 lainnya dikenai sanksi sosial. Selanjutnya penegakan perda di Kabupaten Bima sebanyak 4 orang pelanggar.

Hadir juga dalam rapat tersebut Sekda NTB “Drs. H. Lalu. Gita Ariadi, M.Si”, Kepala Kanwil Kemenag NTB “Dr. KH. Muhammad Zaidi Abdad, M.Ag” dan seluruh kepala OPD lingkup Pemprov NTB.

5 days ago  Sangsi Bagi Yang Tidak Pakai Masker