Puluhan Pemuda Negara ASEAN Study Banding Keberagaman Ke NTB

by Administrator in KEPEMUDAAN

img17

 

 

 

 

Mataram - Provinsi NTB didaulat sebagai tuan rumah penyelenggaraan ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) Tahun 2019. Kegiatan ini akan diikuti sebanyak 39 pemuda dari negara-negara Asia Tenggara.

Kegiatan ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2019 akan diadakan selama tiga hari di NTB mulai dari tanggal 9 - 11 Juli 2019 dengan tema “Culture of Prevention For Peaceful, Inclusive, Resilient, Healthy, and Harmonious Society”. Kegiatan ini merupakan program rutin Kementerian Pemuda dan Olahraga RI.

“Ada 39 delegasi, 18 diantaranya pemuda dari negara asean sisanya dari Indonesia,” para pemuda tersebut datang khusus ke NTB untuk melihat dan belajar berbagai hal, diantaranya terkait harmonisnya kehidupan masyarakat NTB meskipun berbeda agama, suku, ras dan golongan tutur Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB “Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM”.

Tiba di Bandara Internasional Lombok, NTB para pemuda langsung bertolak ke kantor Gubernur NTB dan disambut hangat oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi NTB, Ridwan Syah dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB, “Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM di Ruang Rapat Utama, Selasa (09/07/2019).

Para pemuda peserta Kegiatan ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2019 sebagian besar adalah pelajar dan mahasiswa, dan kenapa memilih NTB karena terkesan dengan kehidupan masyarakat yang harmonis, saling membantu serta saling menghormati meskipun memiliki latar belakang suku, agama, budaya dan golongan yang berbeda.

Xyza Vasily Guenyawan Dela Pena, dari Philipines misalnya, dia merasa terkesan dengan NTB dan mengungkapkan, NTB tidak hanya terkenal dengan keindahan alam atau destinasi wisatanya. Namun juga menjadi tempat untuk belajar bagaimana hidup harmonis dengan seluruh masyarakat yang berbeda keyakinan.

“NTB adalah daerah yang pariwisatanya sangat bagus. Tidak hanya bagus dikunjungi namun juha menjadi tempat untuk meningkatkan pemahaman keagamaan yang kita miliki,” ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan para pemuda lainnya. Mereka mengaku datang ke NTB karena melihat NTB tidak memiliki catatan dalam hal konflik keagamaan. Sehingga, sangat layak dijadikan lokasi untuk berinteraksi dengan masyarakat yang berbeda latar belakang.

Ridwansyah dalam sesi dialog, atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTB menyampaikan terima kasih karena telah memilih NTB sebagai lokasi event tersebut. Ia menjelaskan NTB bisa diibaratkan sebagai “Indonesia Mini”. Sebab di NTB, tinggal masyarakat yang berasal dari berbagai suku, agama dan golongan dan budaya yang berbeda-beda.

“Kebaragaman ini adalah potensi untuk pembangunan di daerah untuk Indonesia. Kami jadikan keberagaman ini sebagai kekuatan serta mengedepankan toleransi,” jelasnya.

Tidak lupa, ia menjelaskan Lombok juga dikenal sebagai pulau 1000 masjid dan masyarakatnya sangat religius. NTB juga sukses sebagai destinasi wisata dunia dengan mengembangkan friendly moslem tourism atau wisata halal.

“Kuncinya menjaga harmoni, mengembangkan kearipan local, tapi tetap bisa menerima hal-hal baru dari luar sebagai konsekwensi kehidupan global khusunya sektor pariwisata,” ungkapnya seraya menjelaskan beberapa program untuk mengelola kebergaman dan local wisdom yang telah dikembangkan di NTB, seperti Sekolah Perjumpaan, Kampung Madani dan Bale Mediasi

Selanjutnya, selama di Lombok, para delegasi tersebut akan mengunjungi beberapa lokasi seperti Islamic Center, Pura Lingsar, Pura Taman Mayura serta ingin melihat dari dekat penanganan pasca bencana gempa Tahun 2018 lalu.

3 months ago  ASEAN Youth Interfaith Camp 2019