Pengembangan Anak Muda dalam Bidang Kebudayaan
by ADMIN DISPORA NTB in BERITA KEPEMUDAAN
Mataram, Kerjasama RRI PRO 2 Mataram dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB kembali menghadirkan program unggulan yang kali ini mengangkat tema penting seputar pengembangan anak muda dalam bidang kebudayaan, yang dianggap semakin relevan di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi. (13/7)
Dalam siaran langsung itu hadir dua narasumber inspiratif, yaitu Ikhwanul Redha, Presiden Mahasiswa Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA), dan Ishak Sirullah, Dalang Muda Wayang Inovatif, yang sama-sama aktif dalam pelestarian dan inovasi budaya lokal di Nusa Tenggara Barat.
Siaran ini juga membahas refleksi dari Festival Budaya UNDIKMA Begawe yang sukses digelar pada 4–5 Juli 2025 di kampus UNDIKMA, Mataram. Festival ini menjadi ajang bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas berbasis budaya, sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara seniman muda dan komunitas budaya lokal.
Ikhwanul Redha dalam sesi wawancaranya menyampaikan pengalaman menariknya saat pertama kali terlibat dalam Wayang Inovatif, sebuah terobosan seni budaya yang digagas oleh Bapak Sunardy Kasim, M.Sn, yang juga merupakan Ketua Yayasan Bale Agung Ajar Wali—lembaga yang fokus pada pengembangan kreativitas anak muda di bidang kebudayaan.
“Saya merasa terhormat bisa ikut memainkan wayang inovatif ini. Selain menjadi bentuk pelestarian budaya, ini juga menjadi media edukatif yang membumi bagi generasi muda,” ujar Ikhwanul.
Sementara itu, Ishak Sirullah, yang turut tampil sebagai dalang dalam beberapa pementasan di festival tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap ruang-ruang budaya seperti ini. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan wayang inovatif dan memperkenalkan budaya NTB ke tingkat nasional hingga internasional.
Pelestarian budaya adalah sebuah keharusan sebagai upaya mempertahankan indentitas bangsa. Keterlibatan anak muda menjadi bagian yang sangat penting untuk mewujudkan pelestarian budaya tersebut karena merekalah memegang estafet kebelajutan budaya.
“Budaya adalah identitas, dan kami sebagai generasi muda punya tanggung jawab untuk menjaganya. Melalui inovasi, kita bisa menjadikan budaya NTB dikenal di dunia,” katanya.
Transformasi budaya mejadi sebuah keharusan untuk mempertahankan budaya disetiap zamannya. Di era global saat ini, seni dan budaya haruslah bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi dan minat generasi saat ini. Hadirnya wayang inovatif cerita Rakyat dg memadukan teknologi augmented reality (AR) adalah upaya kreatif dalam menciptakan sebuah karya yg memadukan unsur kesenian tradisi (wayang kulit) dan teknologi digital untuk mengangkat kembali folklor/cerita Rakyat yang ada dalam naskah lontar.
Kedua narasumber juga menyampaikan harapan agar pelestarian budaya tidak berhenti di tataran seremonial, tetapi menjadi gerakan kolektif yang berkelanjutan, dengan melibatkan generasi muda sebagai pelopor dan agen perubahan.
8 months ago