(Pemuda Berprestasi) Menjaga Kesehatan Perempuan

by ADMIN DISPORA NTB in BERITA KEPEMUDAAN

img17

Nina Zalfa Khairunnisa yang akrab disapa Nina, bidan yang kini menjadi dosen kebidanan menjadi salah satu peserta Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) menjadi sorotan dalam Program SPADA (Suara Pemuda Berkarya) — sebuah kolaborasi inspiratif antara RRI Pro 2 Mataram dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam sesi berbagi tersebut, Nina menyampaikan kisah pentingnya kesehatan bagi perempuan serta berbagi pengalamannya sebagai Bidan dan juga dosen kebidanan dan berbagi tips mengenai bagaimana menyeimbangkan prestasi akademik, kegiatan organisasi, dan prestasi non akademik yang dapat menginspirasi pemuda NTB Mataram, (11/7)

Nina menyoroti masalah yang akhir-akhir ini terjadi di NTB terkait dengan Pernikahan dini atau yang sering juga disebut dengan “Merarik Kodeq”. Nina berpendapat bahwa praktik ini tidak hanya berdampak pada kehidupan sosial dan pendidikan perempuan, tetapi juga membawa konsekuensi serius terhadap kesehatan ibu dan anak. Salah satu dampak yang paling mengkhawatirkan adalah meningkatnya risiko stunting pada anak yang juga merupakan masalah kesehatan besar di NTB.

Perempuan yang menikah dan hamil di usia remaja sering kali belum memiliki kondisi tubuh yang cukup matang untuk menghadapi proses kehamilan dan persalinan. Hal ini berpotensi menyebabkan komplikasi kehamilan, bayi lahir dengan berat badan rendah, serta gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu, pernikahan dini kerap membuat perempuan terputus dari pendidikan, sehingga berkurang pula akses mereka terhadap informasi tentang kesehatan dan gizi.

Oleh karena itu, Nina juga menyampaikan bahwa menjaga kesehatan perempuan sejak dini menjadi kunci dalam memutus mata rantai stunting. Pendidikan kesehatan reproduksi, akses terhadap layanan kesehatan yang ramah remaja, dan peningkatan kesadaran akan pentingnya menikah pada usia ideal (minimal 21 tahun bagi perempuan) harus menjadi prioritas bersama. Ketika perempuan sehat, berpendidikan, dan siap secara fisik maupun mental untuk menjadi ibu, maka anak-anak yang dilahirkan pun akan tumbuh sehat dan optimal.

6 months ago