NTB Siapkan Pemuda Hingga Tingkat Nasional
by ADMIN DISPORA NTB in BERITA KEPEMUDAAN
Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB (DISPORA NTB) melalui Kompetisi Pemuda Pelopor tingkat Provinsi NTB tahun 2025 kembali menjadi cermin semangat dan potensi anak muda daerah. Namun di balik seleksi ketat tersebut, terselip catatan kritis soal turunnya partisipasi dan kualitas peserta dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Wakil Ketua Tim Penilai, Prof. Dr. Kadri, M.Si, dari UIN Mataram membeberkan empat indikator utama yang menjadi kunci dalam menentukan siapa pemuda yang layak menyandang gelar “Pelopor” tahun ini.
“Pertama adalah jiwa kepemimpinan, harus mampu memimpin, menggerakkan, dan menata kelembagaan. Kedua, inovasi dan kreativitas yang menjadi pembeda dari yang lain. Ketiga, dampak positif bagi masyarakat, apakah memberi manfaat sosial, budaya, atau ekonomi. Dan keempat, adalah keuletan, kemampuan bangkit dari kegagalan dan menemukan jalan lain,” ujar Prof. Kadri saat ditemui RRI, Jumat (11/7/2025).
Sayangnya, partisipasi peserta tahun ini menurun. Dari sepuluh kabupaten/kota di NTB, tiga daerah tidak mengirim satu pun peserta, yakni Kota Mataram, Kabupaten Dompu, dan Sumbawa Besar. Kadri menyayangkan hal ini bukan karena minimnya anak muda potensial, tapi lemahnya keseriusan instansi daerah dalam melakukan penjaringan.
“Ini bukan karena tak ada pemuda hebat, tapi karena kurangnya keseriusan dinas terkait dalam mengidentifikasi dan membina calon pelopor,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penilai sekaligus Kabid Pemuda Dispora NTB, H. Tarmidzi, mengapresiasi dedikasi tim penilai yang menyusuri NTB dari timur hingga barat selama dua pekan. Ia menilai langkah strategis perlu diambil untuk menata ulang pembinaan pemuda.
“Kami rencanakan Rakor Bidang Pemuda tahun 2026, mengundang seluruh dinas pemuda dari 10 kabupaten/kota agar pembinaan lebih merata dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia mengakui, banyak pemuda NTB memiliki potensi luar biasa, namun kerap terkendala akses, pendanaan, atau link dengan pihak terkait. Terutama di bidang teknologi dan pengembangan wisata berbasis masyarakat.
“Kalau tak disentuh, potensi itu akan sia-sia. Maka, pemerintah harus hadir memberi ruang dan dorongan agar ide dan karya anak muda tak berhenti di tengah jalan,” katanya.
Gelaran Pemuda Pelopor bukan sekadar ajang penghargaan. Ini adalah panggung bagi anak muda NTB untuk tampil sebagai agen perubahan.
8 months ago #Pemuda_Pelopor