Konrensi Pers Terkait Pemulangan Atlet PPLP NTB dan Atlet Platda PON Papua XX Tahun 2020

by ADMIN DISPORA NTB in KEOLAHRAGAAN

img17

Mataram – Kepala Dispora NTB “Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM” bersama Ketua KONI NTB “H. Andy Hadianto, M.Si” gelar konvrensi pers di Ruang Rapat Kadispora NTB pada Jum’at sore (27/03/2020).

Dispora NTB akan memulangkan semua atlet PPLP/PPLPD NTB, keputusan ini diambil setelah melihat perkembangan penyebaran COVID-19 (Corona Virus). Sejak Gubernur NTB menetapkan status tanggap darurat pencegahan penyebaran COVID-19 belum dipulangkan, mereka masih tetap berlatih dengan pengawasan ketat dan menjalankan protocol yang sudah ditetapkan. Setelah melihat kondisi saat ini, memulangkan atlet menjadi pilihan terbaik, kata kadispora NTB “Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM”.

Semua atlet yang dipulangkan berumlah 64 orang, yang terdiri dari cabor atletik, pencak silat, voli pasir dan taekwondo. Harapan kami walaupun semua atlet dipulangkan, mereka tetap bisa berlatih mandiri di rumah masing-masing dengan diberikan program latihan oleh pelatihnya, tegasnya lagi.

Pemulangan atlet PPLP/PPLPD NTB tersebut, sudah mendapatkan persetujuan dari Gubernur NTB dan Wagub NTB sebagai Komandan Gugus COVID-19, karena libur sekolah sekolah juga diperpanjang jadi sangat bagus semua atlet dipulangkan sementara waktu agar orangtua atlet tidak khawatir.

Selanjutnya, kami juga akan bersurat ke kabupaten/kota terkait dengan pemulangan atlet PPLP/PPLPD tersebut. Instansi terkait juga diminta aktif memantau atlet-atlet tersebut, karena tahun 2021 banyak event-event yang akan diikuti oleh atlet pelajar ataupun atlet senior, katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua KONI NTB juga menyampaikan, untuk meliburkan sebanyak  80 atlet pelatda  PON dan 2 atlet Pelatnas yang saat ini berada di Asrama Atlet Rusunawa Senggigi,   di mulai pada  Rabu 1 April 2020 hingga waktu yang belum ditentukan.

Keputusan ini dikeluarkan pihak KONI NTB,   merupakan hasil diskusi dari berbagai pihak termasuk dengan para pengurus cabor. “Ini merupakan keputusan yang sangat baik dan bijak demi keselamatan para atlet dan seluruh masyarakat di Nusa Tenggara Barat, terkait dengan peningkatan penyebaran COVID-19 (Corona Virus) di NTB yang saat ini semakin menghawatirkan.”

Alasan lain yang dikemukakan oleh Ketua KONI NTB, terkait kepastian pelaksanaan PON XX tahun 2020 di Papua, dengan pertimbangan bahwa  pihaknya belum mendapatkan informasi yang resmi mengenai  kepastian penyelenggaraannya,  menyusul merebaknya COVID-19 (Corona Virus) ini.

“Kalaupun pelaksanaan PON di undur, dan   para atlet  pulang kerumah masing-masing selama satu atau dua bulan, mungkin tidak terlalu berpengaruh. Saya rasa provinsi lain juga hampir sama kondisinya,” katanya.

Pertimbangan  selanjutnya, menghadapi COVID-19 (Corona Virus) ini yang mesti diutamakan adalah kesehatan, soal prestasi menurutnya adalah nomor dua.

“Dalam situasi seperti ini kalau kita nggak sehat, tapi kita mau ngejar prestasi nggak bisa. Jadi yang dipikirkan adalah  soal keselamatan dan kesehatan dulu, setelah itu baru kita pikirkan prestasi,” lanjut Andy.

Kami menegaskan kebijakan untuk meliburkan para atlet pelatda PON, disertai dengan petunjuk agar para atlet bisa menggelar latihan secara mandiri dirumah masing-masing.

Metode ini, menurut Andy tidaklah menjadi sesuatu yang menghawatirkan bahwa NTB tidak bisa meraih 17 emas.  Ia yakin itu dapat diraih sebagaimana yang menjadi target dari pemerintah dapat tercapai.

Meskipun untuk latihan mandiri dirumah para atlet, tidak mungkin dapat meningkatkan skillnya, tetapi paling tidak bisa menjaga kebugaran dan mempertahankan skill yang sudah ada.

“Diditekankan agar para atlet tidak kembali ke nol, tapi dengan skill yang dimiliki dapat dipertahankan melalui   latihan dirumah masing-masing dengan pengawasan para pelatihnya,” Jelasnya lagi.

4 years ago  Konvrensi Pers