Dialog Interaktif Dalam Aktualisasi Nilai-Nilai Sumpah Pemuda dengan Skill, Karakter dan Inovasi Untuk Mempererat Persatuan Bangsa
by ADMIN DISPORA NTB in KEPEMUDAAN
Mataram - Peran pemuda di berbagai aspek pembangunan bangsa, merupakan suatu yang mendasar dalam membentuk aktualisasi diri di dalam mengembangkan potensi dan bakat untuk menjaga persatuan bangsa. Karena itu, nilai-nilai yang terkandung dalam sumpah pemuda pada 28 Oktober tahun 1928 lalu, haruslah dapat diimplementasikan di masa sekarang dan yang akan datang.
Mengingat pentingnya aktualisasi nilai-nilai dalam ikrar sumpah pemuda tersebut, Dispora Nusa Tenggara Barat bekerja sama dengan LPP RRI Mataram menggelar dialog publik dengan tema “Aktualisasi nilai-nilai sumpah pemuda mempererat persatuan bangsa”. di Gelanggang Pemuda, Matatam pada Kamis pagi (17/10/2019).
Dalam Dialog tersebut, ada tiga narasumber yang memberikan materi, yaitu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB “Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM”, Staf Ahli Bakesbangpoldagri NTB “Drs. Lalu. Norma Sujana”, dan Wakil ketua Bidang Litbang KNPI NTB “Ahmad Zuhairi”, dan dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Mataram serta siswa/i SMA/SMK/MA sederajat.
Pada kesempatan pertama, Kepala Dispora NTB, Ir. Husnanidiaty Nurdin mengatakan, sebagai pemuda harus memiliki karaktrer yang baik, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta berintegritas dalam mewujudkan kesatuan bangsa dan negara. Pemuda harus mampu mempersiapkan diri dengan skill ilmu pengetahuan, karena hanya dengan ilmu pengetahuan pemuda mampu menggenggam dunia ke depannya. baik itu pengetahuan cara berfikirnya dan pengetahuan bertindak yang sesuai dengan kebutuhkan bangsa dan masyarakat secara luas.
"Kalau pemuda tidak memiliki semua itu, mau jadi apa bangsa ini kedepannya," tuturnya.
Selain memiliki karakter dan skill, pemuda harus mampu berinovasi, tidak boleh terpuruk dalam keadaan apapun. Tingkatkan kemampuan untuk terus menggali dan menemukan sesuatu yang membangun demi terwujudnya kejayaan daerah dan bangsa Indonesia.
Dalam mengaktualisasikan nilai-nilai sumpah pemuda yang paling mendasar, adanya pengakuan bertanah air satu adalah memastikan NKRI dari zaman sebelum kemerdekaan sampai sekarang harus tetap bersemayam dalam raga dan jiwa pemuda.
Kemudian, tugas kita bersama adalah menjaganya hingga akhir hayat. Wahai pemuda harapan bangsa, mari kita bersatu, pertahankan persatuan hanya dengan persatuan kita dapat menjaga kesatauan NKRI," tegasnya lagi kepada semua pemuda yang hadir dalam acara dialog interaktif tersebut.
Sementara itu Staf Ahli Bakesbangpoldagri NTB “Drs. Lalu, Normal Sujana” menjelaskan, gema sumpah pemuda masih kuat dirasakan sampai saat ini. Dalam ikrar itu, perlu diingat oleh pemuda masa kini bahwa aktualisasi nilai-nilai sumpah pemuda mengharpakan kesatuan dan persatuan bangsa tetap terjaga. Meningkatkan segala potensi yang ada untuk ikut terlibat dalam setiap pembangunan bangsa.
itulah yang harus diwariskan kepada anak cucu kita. Supaya anak-anak negeri memiliki kecintaan terhadap bangsanya itu sendiri, dan mengedepankan kesatuan Republik Indoensia, katanya.
Meski ikrar sumpah pemuda akan diperingati pada 28 Oktober mendatang, namun yang terpenting, menjaga persatuan dan kesatuan tentu dengan bidang masing-masing. Sebagai mahasiswa harus banyak belajar dan menyelesaikan proses pendidikan dengan waktu yang ditentukan, dengan skill dan inovasi pemuda harus mengisi disetiap pembangunan bangsa. Selain itu, peran orang tua sebagai pembimbing, pengasuh dan pendidik juga memiliki peran penting untuk menanam jiwa kesatuan kepada anak-anaknya.
"Pemuda adalah harapan bangsa, keselamatan negara ada dipundak para pemuda," tegasnya lagi.
Selanjutnya dari sisi pemuda, Wakil ketua Bidang Litbang KNPI NTB “Ahmad Zuhairi” mengatakan, untuk menghadapi bonus demografi yang akan dirasakan oleh pemuda saat ini dan ke depannya, diperlukan pemuda yang memiliki segudang kemampuan. Kalau pemuda lemah secara kapabilitas akan melahirkan sebuah bencana bagi bangsa.
Maka kami dari pihak KNPI terus mendorong para pemuda mempunyai kapasitas yang bagus. Sehingga dalam kondisi bonus demografis ke depan bisa membangun bangsa, katanya.
Kalau pun sebaliknya pemuda gagal dalam mewujudkan kapabilitas maka akan menjadi bencana bangi kesatuan dan persatuan bangsa. Tapi KNPI memiliki program-program inovasi bagaimana mengajak pemuda keluar dari zona-zona sebagaimana yang disebutkan tadi, tegasnya lagi.
Misalkan KNPI memiliki program pengembangan bahasa, ekonomi, teknik mesin dan yang paling penting adalah meningkatkan pemahaman pemuda di bidang teknologi.
Ahmad Zuhairi menegaskan, karena lahirnya generasi milenial saat ini bertetapan dengan hadirnya inovasi-inovasi teknologi yang semakin canggih, itu tidak bisa dipisahkan dari kebutuhan generasi sekarang. Oleh karenanya, KNPI bersama Organisasi Kepemudaan (OKP) lainnya, akan terus memastikan kemampuan pemuda untuk menghadapai perkembangan zaman ke depan. Sehingga pemuda bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi era yang jauh lebih besar tantangannya ke depan, tutupnya.
6 years ago Dialog Interaktif Hari Sumpah Pemuda