Jumat, 20 April 2018 - 14:40:38 WIB
Eksistensi Perjuangan R.A Kartini dalam Perspektif Masa Kini
Diposting oleh : Keolahragaan
Kategori: Sekretariat - Dibaca: 86 kali

Mataram – Kadispora Provinsi NTB “Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM” menghadiri Dialog Khusus dalam acara Berugaq Sasambo Pro 1 dengan Topik “ Eksistensi Perjuangan R.A Kartini dalam Perspektif Masa Kini”. Acara tersebut dihadiri juga oleh Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB “Baiq Mulianah, S.Ag., M.Pd. I” dan Ketua Pegiat Bank Sampah Mataram “Febri”, di studio Pro 1 kantor RRI Mataram. (Jum”at, 20/04/2018)

Peringatan hari kartini yang jatuh pada tanggal 21 April tidak hanya ditandai dengan pawai atau acara seremonial. Lebih dari itu, ada spirit perjuangan kartini yang harus disampaikan pada sikap kritis pada saat melihat situasi sosial, politik, dan budaya.

Spirit perjuangan RA Kartini sebenarnya ada pada sikap kritisnya, karena itulah mengapa Kartini menjadi istimewa. Ditengah kehidupan struktur sosialnya yang tinggi, Kartini merasakan sesuatu yang tidak beres dan dari sanalah sikap kritisnya muncul.

Kartini harus dilihat dari dua hal, yaitu kritis pada setruktur dan system sosial dimana pada saat itu terjadi ketidakadilan, ketidaksetaraan dalam rumah tangga ataupun tataran sosial, kata “Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM” pada saat dialog khusus Berugaq Sasambo Pro 1 di RRI Mataram.

Dalam hal ini bukan untuk menyaingi kaum adam, tetapi untuk menjadi pribadi yang mampu menciptakan harmoni dalam kehidupan. Jika kaum hawa punya harapan dan visi, maka kaum hawa akan menjadi sangat percaya diri sehingga sikap kritis itu harus ditanamkan dari sejak kecil.

Yang dimaksud kritis, jika apa yang dilihat, didengar, dirasakan, maka dia harus bersuara dan bukan hanya diam saja. Selain itu kaum hawa juga dituntut untuk trampil, cerdas dan berintegritas. Meskipun kaum hawa kami bisa berpartisipasi dan memajukan dunia pendidikan.

Selanjutnya, Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM” berpesan bahwa hal utama menurutnya kaum hawa harus kritis, cerdas dan trampil. Makna Hari Kartini adalah Membangun Kecerdasan Pada Diri Kita Sendiri, Pria dan Wanita harus Cerdas. Cerdas dalam belajar agar terbebas dari kebodohan, Cerdas dalam bekerja agar terbebas dari kemiskinan, Cerdas dalam beribadah agar terbebas dari kesesatan, Cerdas dalam bergaul agar terbebas dari keterkungkungan, dan Cerdas dalam Hidup agar berguna di Dunia dan Akhirat.

Kecerdasan itu harus dibangun, baik di dalam rumah tangga, di sekolah, di kantor, di lingkungan sosial, bahkan di negara ini. Hari Kartini adalah momentum untuk menjadikan diri kita hari ini dan esok “lebih terang” dari hari sebelumnya.



0 Komentar :