Selasa, 21 Maret 2017 - 14:36:35 WIB
PERTEMUAN DENGAN BIRO HUKUM SETDA PROVINSI NTB DAN KONI PROVINSI NTB
Diposting oleh : Sarana Prasarana
Kategori: Sarana dan Prasarana - Dibaca: 632 kali

 

  1. 1.    PERTEMUAN DENGAN BIRO HUKUM SETDA PROVINSI NTB DAN KONI PROVINSI NTB

 

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB didampingi Kepala Bidang Olahraga melakukan pertemuan dengan Biro Hukum Setda Provinsi NTB dan KONI Provinsi NTB.  Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 7 Februari 2017 bertempat di Ruangan Biro Hukum Setda Provinsi NTB.

 

 1.  MEMIMPIN RAPAT PEMBAHASAN RENCANA PENATAAN LAPANGAN    ATLETIK LAWATA MATARAM

 

Pada tanggal 27 Februari 2017, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB memimpin Rapat Pembahasan Penataan Lapangan  Atletik Lawata. Rapat dihadiri Kepala Dispora Provinsi NTB, Perwakilan dari Pemerintah Kota Mataram ( PU, Dispora dan Bappeda ), Lurah Dasan Agung,  Pemerintah Provinsi ( PU dan BPKAD ) dan APKLI NTB.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB menyampaikan latar belakang dan permasalahan terkait rencana Penataan Lapangan Atletik Lawata Mataram sebagai beriktu :

-     Lapangan Atletik Lawata digunakan oleh 15 sekolah di sekitar Kota Mataram,  Club-club olahraga dan masyarakat Dasan Agung ;

 

-     Adanya Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar yang terdiri dari cabang olahraga : Atletik, Pencak Silat, Volly Pasir, Volly Indoor, Tae Kwon Do ;

-     Total sepanjang tembok bagian utara (Jl.Pemuda) dan bagian timur (Jl Prasarana) lapangan tertutup dan dipenuhi pula oleh bangunan PKL

       yang semrawut dan kumuh sehingga wujud lapangan tidak terlihat dan mengganggu kenyamanan atlet berlatih ;

-     Terdapat Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pemkot Mataram, sebelah barat pintu masuk, sehingga menimbulkan aroma bau.

-     Akses masuk ke Lapangan becek tanpa ada penataan jalan masuk/keluar serta penataan parkir yang kurang memadai dan tidak terarah.

-     Lapangan Atletik Lawata Kota Mataram kurang memenuhi standar lagi digunakan untuk berolahraga dan berlatih intensif karena: banyak

      yang rusak, rumput tumbuh liar,  lintasan lari terdapat batu kerikil, dan drainase yang ada disamping lapangan tidak berfungsi jika hujan

      lapangan akan tergenang air sehingga mengganggu atlet berlatih.

-     Perlu pengelolaan dengan Manajerial penuh untuk dapat mendatangkan deviden, minimal mendapatkan sumber-sumber dana mandiri

      dengan cara menarik tarif karcis masuk atau retribusi parkir dan juga dari sewa Lapak PKL. Semua itu tentunya di dukung oleh Fasilitas

      yg memadai.

-     Respon masyarakat sekilas melihat Lapangan Atletik Lawata seperti lahan tak bertuan dan tak terurus, sehingga daya tarik pengunjung

      tidak ada untuk memanfaatkan area olahraga ini, terlebih akan dikomersilkan sangat tidak layak tanpa didukung oleh fasilitas yg

     memadai. 

-     Koordinasi dengan Pemkot Mataram perlu seirama dengan Master Plan tata ruang, mengingat TPA Sampah dan menjamurnya PKL terlihat

      tanpa arahan di Lingkar Lapangan menempati ruang terbuka tersebut.

-     Icon tempat kebugaran masyarakat yang sangat strategis di jantung kota Mataram justru terabaikan di banding dengan Lapanga GOR

      Turide-Mataram yg lebih jauh.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



0 Komentar :